Analisis Penafsiran Hukum Qishash pada Surah Al-Baqarah Ayat 178-179 dalam Tafsir Ibnu Katsir, Fi Zhilal Al-Qur’an, Al-Azhar, dan Al-Misbah

Authors

  • Umar Choeroni Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ahmad Khusnul Yaqin Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mahasri Shobahiya Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Muthoifin Muthoifin Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mutohharun Jinan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Keywords:

Tafsir Al-Qur'an, Hukum Qishash, Al-Baqarah 178-179, Ayat Ahkam, Tafsir Kontemporer

Abstract

Ayat-ayat ahkam dalam Al-Qur’an memiliki posisi penting dalam pembentukan hukum Islam, termasuk dalam pembahasan hukum pidana. Salah satu ayat yang banyak dikaji dalam diskursus tafsir ahkam adalah Surah Al-Baqarah ayat 178-179 tentang hukum qishash. Kajian ini bertujuan menganalisis paradigma metodologis penafsiran qishash dalam empat karya tafsir, yaitu Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb, Tafsir al-Azhar karya Hamka, dan Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, analisis isi, dan analisis komparatif. Analisis dilakukan melalui empat indikator, yaitu sumber penafsiran, corak tafsir, pemahaman terhadap qishash, serta relasi antara teks, maqashid, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir merepresentasikan paradigma riwayah tekstual-normatif, Sayyid Qutb menampilkan paradigma haraki-maqashidi, Hamka menunjukkan paradigma sosio-kontekstual, sedangkan Quraish Shihab memperlihatkan paradigma kontekstual-modern. Perbedaan paradigma tersebut memengaruhi cara mufasir memahami qishash, baik sebagai ketentuan hukum normatif, instrumen perlindungan jiwa, mekanisme pencegahan kekerasan, maupun prinsip keadilan sosial. Kontribusi artikel ini terletak pada perumusan model integratif tafsir ahkam yang menggabungkan pembacaan tekstual, analisis riwayah, pertimbangan maqashid, dan konteks sosial. Artikel ini menyimpulkan bahwa kontekstualisasi tafsir ahkam tetap diperlukan, tetapi harus dilakukan tanpa mengabaikan struktur hukum yang secara eksplisit disebutkan dalam teks Al-Qur’an.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Aden Azis, dan Fahmi Hamzah. “Characteristics and Deviations of Legal Interpretation: An Epistemological Study of Legal Characteristics in the Interpretation of the Qur’an.” Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 5, no. 1 (2026): 1–12. https://doi.org/10.15575/mjiat.v5i1.51989

Firdaus, Muhamad Yoga, dan Eni Zulaiha. “Kajian Metodologis Kitab Tafsir Fi Zhilalil Al-Qur’an Karya Sayyid Qutb.” Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal 5, no. 6 (2023): 2717–2730. https://doi.org/10.47467/reslaj.v5i6.2553

Hallaq, Wael B. A History of Islamic Legal Theories: An Introduction to Sunni Uṣūl al-Fiqh. Cambridge: Cambridge University Press, 1997.

Hamka. Tafsir al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.

Ibnu Katsir. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998.

Purwaningrum, Elmi. “Corak Adabi Ijtima’i dalam Kajian Tafsir Indonesia: Studi Pustaka Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Azhar.” Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2, no. 1 (2022): 15-27. https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v2i1.38

Al-Qattan, Manna‘ Khalil. Mabāḥith fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Kairo: Maktabah Wahbah, 2000.

Qutb, Sayyid. Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Shurūq, 2003.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.

Razi, Fahrur, and Abu Bakar. “Munasabah Ayat-Ayat Tahlil dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab.” Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir 4, no. 2 (2024): 607-30. https://doi.org/10.19109/jsq.v4i2.24528

Rifqi, M. Ainur, dan A. Halil Thahir. “Tafsir Maqasidi: Membangun Paradigma Tafsir Berbasis Mashlahah.” Millah: Journal of Religious Studies 18, no. 2 (2020): 335–356. https://doi.org/10.20885/millah.vol18.iss2.art7

Riyandi. “Tafsir Ahkam sebagai Basis Keilmuan Islam dalam Menguatkan Nalar Hukum dan Sikap Kritis Mahasiswa.” Ameena Journal 3, no. 4 (2025): 417-425. https://doi.org/10.63732/aij.v3i4.206

Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge, 2006.

Sahal, Eska Hifdiyah, and Asri Sulastri. “Relevansi Dimensi Etika Sosial dalam Interpretasi al-Azhar oleh Hamka.” Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 2 (2023): 221-235. https://doi.org/10.38153/almarhalah.v7i2.121

Saleh, Muhammad, Abdul Kadir Riyadi, dan Nafi’ Mubarok. “Tafsir Maqasid dalam Memahami Ayat-Ayat Hukum: Analisis Tafsir al-Jassas.” Living Islam: Journal of Islamic Discourses 7, no. 2 (2024): 321–340. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/li/article/view/5603

Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Miṣbāḥ: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Shofa, Ida Kurnia, and Mohammad Arif. “Signifikansi Hukum Qishash dengan Pendekatan Ma’na-Cum-Maghza.” AT-TAISIR: Journal of Indonesian Tafsir Studies 3, no. 2 (2022): 17-28. https://doi.org/10.51875/attaisir.v3i2.136

Al-Zuhaili, Wahbah. Al-Tafsīr al-Munīr. Damaskus: Dār al-Fikr, 1991.

Downloads

Published

2026-07-08

How to Cite

Umar Choeroni, Ahmad Khusnul Yaqin, Mahasri Shobahiya, Muthoifin Muthoifin, and Mutohharun Jinan. 2026. “Analisis Penafsiran Hukum Qishash Pada Surah Al-Baqarah Ayat 178-179 Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Fi Zhilal Al-Qur’an, Al-Azhar, Dan Al-Misbah”. YAQUT: Journal of Quran and Islamic Sciences 1 (1):37-49. https://journalyaqut.com/index.php/yaqut/article/view/21.

Issue

Section

Articles